Oleh: staisyam | Desember 13, 2010

703 Mahasiswa Syamsul Ulum Diwisuda

Rabu, 01 Desember 2010 , 01:14:00

703 Mahasiswa Syamsul Ulum Diwisuda

http://radarsukabumi.com

DIWISUDA: Ketua STAI-STISIP Syamsul ‘Ulum Dedi Ismatullah mewisuda lulusannya di Gedung Anton Soedjarwo, kompleks Secapa Polri kemarin. fotosri/radarsukabumi

GUNUNGPUYUH — Mengenyam pendidikan di bangku kuliah bukan semata untuk mengejar sebuah title atau gelar pendidikan, namun bagaimana caranya dapat membawa perubahan yang positif bagi dirinya sendiri dan masyarakat setelah selesai menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Hal inilah yang ditekankan Ketua STISIP Syamsul Ulum Gunungpuyuh Sukabumi Prof KH Deddi Ismatullah Mahdi, usai mewisuda 703 orang wisudawan-wisudawati S-1 STAI-STISIP Syamsul ‘Ulum Gunungpuyuh di Gedung Anton Soedjarwo, komplek Secapa Polri, kemarin. Hadir dalam kegiatan tersebut Asda II Pemerintah Kota Sukabumi, Deden Solehuddin, Dijelaskan Prof. Deddi, saat ini Perguruan Tinggi Syamsul ‘Ulum Gunungpuyuh Sukabumi terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan baik dari jumlah bidang studi maupun SDM tenaga pengajarnya (dosen,red). Bahkan rencananya, perguruan tinggi Syamsul Ulum Gunungpuyuh sedang berupaya untuk merubah statusnya menjadi universitas. “Nantinya apabila berubah menjadi universitas, kami akan menambah bidang studi menjadi 14 jurusan,” katanya. Lebih jauh Prof. Deddi menegaskan, selama ini hampir 70 persen lulusan perguruan tinggi Syamsul Ulum Gunungpuyuh Sukabumi sudah langsung bekerja, mulai dari PNS, Polisi, guru dan lainnya. Sementara itu Koordinator Kopertais Wilayah II Jabar-Banten Nanat Fatah Natsir mengatakan keberadaan PTAIS selama ini mampu berkompetisi dan tidak sedikit melahirkan karya, inovasi produk, dan kreasi. Salah satunya STAI – STISIP Syamsul Ulum Gunungpuyuh Sukabumi yang sistem pendidikannya menerapkan manajemen pondok pesantren. “Dengan manajemen seperti itu, hendaknya dapat membentuk akhlak mahasiswa dan para lulusannya menjadi lebih baik dan berkualitas,” katanya. Nanat berharap, perguruan tinggi kedepan hendaknya harus bisa memberikan keterampilan kepada mahasiswanya. Sehingga nantinya, mahasiswa tersebut ketika selesai mengeyam pendidikan di bangku kuliah, mampu mengamalkan ilmunya di dunia yang lebih nyata. ” Dibalik gelar sarjana yang diraih saat ini, terdapat tanggung jawab moral dan sosial untuk diamalkan,” tuturnya. Keberhasilan para Wisudawan sebagai Sarjana Agama Islam dalam menjalani kehidupan akan ditentukan oleh kesungguhan dan kesadaran dalam membangun karakter umat, serta memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama Islam sebagai pembawa rahmat dalam kehidupan. “Perguruan tinggi pada dasarnya adalah sebuah lembaga akademik tempat mencetak kader bangsa dan kader masyarakat yang berkualitas, dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperjuangkan nilai-nilai yang bersifat luhur,” imbuhnya. Demikian juga halnya, dengan STAI-STISIP Syamsul ‘Ulum Sukabumi yang telah ikut ambil bagian dalam mengemban misi luhur, khususnya dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia terdidik yang siap membangun bangsa dan negara “Untuk itu, keberadaan para sarjanayang akan memasuki wilayah pengabdian baru, secara sosial dituntut kemampuannya mengamalkan ilmu sesuai bidangnya. Terutama dalam membina umat, mendidik dan menyiapkan generasi muda bangsa Indonesia,” pungkasnya. (sri)


Responses

  1. betul


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: