Oleh: staisyam | Mei 27, 2011

Deddy Ismatullah Rektor UIN Bandung

  REKTOR UIN:Prof DR Deddy Ismatullah foto bersama istri Fatmawati Pua Upa

*Sisihkan 5 Kandidat Lain

GUNUNGPUYUH — Pimpinan Pondok Pesantren Syamsul ‘Ulum Gunungpuyuh Sukabumi,  Prof. DR. Deddy Ismatullah akhirnya terpilih menjadi Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung Periode 2011-2015. Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Umum MUI Kota Sukabumi tersebut mampu menyisihkan 5 kandidat rektor lainnya pada pemilihan yang berlangsung Selasa(3/5) secara tertutup di Gedung Al-Jamiah UIN SGD  dilakukan oleh 52 Senat di Universitas itu.
Berdasarkan data yang diperoleh Radar Sukabumi, dari 52 anggota senat yang memiliki hak suara, hanya satu orang yang tak memilih dan pada akhirnya Prof. DR. Deddy Ismatullah yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Hukum Pasca Sarjana UIN SGD ini berhasil mengantongi 22 suara, mengungguli kandidat kuat Prof. DR Asep Saeful Muhtadi(Fakultas Dakwah) yang memperoleh 12 suara. Sementara, calon lainnya Prof. Endin Nasrudin (Fakultas Psikologi) memperoleh 1 suara, Nurul Aen (Fakultas Syariah) 1 suara, Muhammad Najib (Fakultas Syariah) 4 suara dan Agus Salim (Fakultas Dakwah) 11 suara.
Dengan keberhasilannya ini, Prof. DR. Deddy Ismatullah kini melangkah dan bersiap menduduki kursi jabatan rektor menggantikan pejabat lama Prof. Dr Nanat Fatah Natsir. Saat ini pria yang aktif di banyak organisasi dan menjadi direktur pasca sarjana di sejumlah Perguruan Tinggi( PT) yang tersebar di Indonesia sedang menunggu surat keputusan yang dikeluarkan dari Kementerian Agama Pusat di Jakarta untuk akhirnya dilakukan pengukuhan.
“Visi misi yang saya sampaikan pada saat itu, salah satunya ingin meningkatkan kualitas UIN SGD Bandung yang bertaraf/berkelas internasional atau menjadi PT yang mendunia( Word Class University,red), membangun nilai-nilai pesantren dan membangun kesejahteraan bangsa. Jika hal ini tercapai maka mampu mendongkrak IPM,”ujarnya saat ditemui Radar Sukabumi di kediamannya, kemarin.
Saat ditanya bagaimana cara dia untuk mewujudkan visi misinya tersebut ? Prof. DR. Deddy Ismatullah menegaskan ada 5 langkah yang akan dilakukannya. Pertama, akan berupaya semaksimal mungkin menghantarkan UIN SGD menjadi universitas berkelas di dunia dan untuk persyaratannya sendiri, saat ini ditunjang oleh 30 lebih guru besar dan doktor serta untuk  fasilitas fisik yang sudah memadai, setara dengan UNPAD maupun UI.”Dengan begitu kami optimis bisa menjadikan UIN SGD ini menjadi salah satu PT di Indonesia yang mampu bersaing di kancah internasional,”terangnya.
Kedua, akan membawa UIN SGD lebih dekat dengan para alim ulama se-Jawa Barat.”Sebab, UIN SGD yang dulunya terkenal dengan nama IAIN ini dilahirkan oleh para ulama dan cendikiawan. Sehingga mampu melahirkan ulama yang cendikia dan cendikia yang ulama,”tuturnya.
Ketiga, akan membawa UIN SGD yang telah memiliki fakultas science dan teknologi untuk kemaslahatan kehidupan manusia.
“Karena manusia tanpa agama akan menimbulkan kekerasan di dunia dan sekulerisme. Bahkan bisa menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi yaitu lahirnya agama baru, dimana saat ini tidak sedikit manusia yang menganggap ekonomi itulah agamanya, teknologi sebagai akidahnya dan managemen sebagai syariatnya serta seni menjadi ritual,”paparnya.
Keempat, dalam upaya mewujudkan cendikiawan yang ulama, para mahasiswa dididik supaya menguasai  science, teknologi dan agama secara berimbang.”Sebagai salah satu contoh, mahasiswa yang jurusan fisika atau matematika itu bisa membuat karya ilmiah atau skripsi dengan bahasa arab dan mampu menghafal Al-Qur’an,”tuturnya.  Kelima, membentuk boarding school atau asrama bagi para mahasiswa. “Ke depannya UIN SGD ini  akan mengkombinasikan antara pesantren dengan pendidikan kampus dengan cara mengasramakan atau boarding school mahasiswa. Sebab, dengan gaya tersebut pendididikan agama bisa diterapka secara maksimal 24 jam setiap harinya,”terangnya Prof. DR. Deddy Ismatullah yang  meraih Doktor Cum Laude pada Bidang Ilmu Hukum Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung 2003.

Mohon Maaf Web Radar Sukabumi dalam Perbaikan
Senin, 09 Mei 2011 , 02:19:00
REKTOR UIN:Prof DR Deddy Ismatullah foto bersama istri Fatmawati Pua Upa

*Sisihkan 5 Kandidat Lain

GUNUNGPUYUH — Pimpinan Pondok Pesantren Syamsul ‘Ulum Gunungpuyuh Sukabumi,  Prof. DR. Deddy Ismatullah akhirnya terpilih menjadi Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung Periode 2011-2015. Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Umum MUI Kota Sukabumi tersebut mampu menyisihkan 5 kandidat rektor lainnya pada pemilihan yang berlangsung Selasa(3/5) secara tertutup di Gedung Al-Jamiah UIN SGD  dilakukan oleh 52 Senat di Universitas itu.
Berdasarkan data yang diperoleh Radar Sukabumi, dari 52 anggota senat yang memiliki hak suara, hanya satu orang yang tak memilih dan pada akhirnya Prof. DR. Deddy Ismatullah yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Hukum Pasca Sarjana UIN SGD ini berhasil mengantongi 22 suara, mengungguli kandidat kuat Prof. DR Asep Saeful Muhtadi(Fakultas Dakwah) yang memperoleh 12 suara. Sementara, calon lainnya Prof. Endin Nasrudin (Fakultas Psikologi) memperoleh 1 suara, Nurul Aen (Fakultas Syariah) 1 suara, Muhammad Najib (Fakultas Syariah) 4 suara dan Agus Salim (Fakultas Dakwah) 11 suara.
Dengan keberhasilannya ini, Prof. DR. Deddy Ismatullah kini melangkah dan bersiap menduduki kursi jabatan rektor menggantikan pejabat lama Prof. Dr Nanat Fatah Natsir. Saat ini pria yang aktif di banyak organisasi dan menjadi direktur pasca sarjana di sejumlah Perguruan Tinggi( PT) yang tersebar di Indonesia sedang menunggu surat keputusan yang dikeluarkan dari Kementerian Agama Pusat di Jakarta untuk akhirnya dilakukan pengukuhan.
“Visi misi yang saya sampaikan pada saat itu, salah satunya ingin meningkatkan kualitas UIN SGD Bandung yang bertaraf/berkelas internasional atau menjadi PT yang mendunia( Word Class University,red), membangun nilai-nilai pesantren dan membangun kesejahteraan bangsa. Jika hal ini tercapai maka mampu mendongkrak IPM,”ujarnya saat ditemui Radar Sukabumi di kediamannya, kemarin.
Saat ditanya bagaimana cara dia untuk mewujudkan visi misinya tersebut ? Prof. DR. Deddy Ismatullah menegaskan ada 5 langkah yang akan dilakukannya. Pertama, akan berupaya semaksimal mungkin menghantarkan UIN SGD menjadi universitas berkelas di dunia dan untuk persyaratannya sendiri, saat ini ditunjang oleh 30 lebih guru besar dan doktor serta untuk  fasilitas fisik yang sudah memadai, setara dengan UNPAD maupun UI.”Dengan begitu kami optimis bisa menjadikan UIN SGD ini menjadi salah satu PT di Indonesia yang mampu bersaing di kancah internasional,”terangnya.
Kedua, akan membawa UIN SGD lebih dekat dengan para alim ulama se-Jawa Barat.”Sebab, UIN SGD yang dulunya terkenal dengan nama IAIN ini dilahirkan oleh para ulama dan cendikiawan. Sehingga mampu melahirkan ulama yang cendikia dan cendikia yang ulama,”tuturnya.
Ketiga, akan membawa UIN SGD yang telah memiliki fakultas science dan teknologi untuk kemaslahatan kehidupan manusia.
“Karena manusia tanpa agama akan menimbulkan kekerasan di dunia dan sekulerisme. Bahkan bisa menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi yaitu lahirnya agama baru, dimana saat ini tidak sedikit manusia yang menganggap ekonomi itulah agamanya, teknologi sebagai akidahnya dan managemen sebagai syariatnya serta seni menjadi ritual,”paparnya.
Keempat, dalam upaya mewujudkan cendikiawan yang ulama, para mahasiswa dididik supaya menguasai  science, teknologi dan agama secara berimbang.”Sebagai salah satu contoh, mahasiswa yang jurusan fisika atau matematika itu bisa membuat karya ilmiah atau skripsi dengan bahasa arab dan mampu menghafal Al-Qur’an,”tuturnya.  Kelima, membentuk boarding school atau asrama bagi para mahasiswa. “Ke depannya UIN SGD ini  akan mengkombinasikan antara pesantren dengan pendidikan kampus dengan cara mengasramakan atau boarding school mahasiswa. Sebab, dengan gaya tersebut pendididikan agama bisa diterapka secara maksimal 24 jam setiap harinya,”terangnya Prof. DR. Deddy Ismatullah yang  meraih Doktor Cum Laude pada Bidang Ilmu Hukum Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung 2003.(sri)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: